
Banyak kuliner yang kadang terbuat dari bahan yang sama atau memiliki penampakan yang sama namun nama dan cita rasanya berbeda. Misalnya sebut saja sushi dan kimbab, keduanya punya tampilan yang persis namun sebenarnya berbeda.
Ditemui di Jakarta, Chef Kiki mengatakan sushi dan kimbab merupakan hidangan nasi gulung namun isian dan cita rasanya berbeda. Sushi merupakan makanan asal Jepang sementara kimbab datang dari Korea.
“Keduanya terlihat mirip padahal beda. Kalau nasinya sama tapi sushi dicampur vinegar jadi asam gurih, kalau kimbab dicampur minyak wijen, garam dan kaldu ayam. Lebih kaya rasa kimbab,” kata Chef Kiki saat ditemui di acara Lock n Lock di Jakarta belum lama ini.
Selain nasi, Chef Kiki juga menjelaskan isian dari 2 hidangan ini berbeda. Kimbab selalu disajikan dengan cara digulung beda dengan sushi yang memiliki beberapa varian. “Isian kimbab yang wajib adalah acar lobak kuning, dangmuji dan crab stick. Sementara sushi lebih variatif mulai ikan, seafood dan sayuran,” jelas pria ramah lulusan sekolah kuliner di Jakarta ini.
Meskipun secara tradisional kimbab lebih simpel dan prkatis, tetapi beberapa orang kini sudah membuatnya lebih modern. Banyak orang membuat kimbab dengan isi daging bulgogi, tuna bahkan daging kepiting berbumbu.
Jika sushi harus disajikan segar maka berbeda dengan kimbab. Biasanya orang Korea mengandalkan kimbab sebagai makanan bekal sekolah atau bekal piknik. Selain karena simpel dan mudah dimakan, semua bahan dalam kimbab matang sehingga bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Berbeda dengan sushi yang kadang dibuat dengan pelengkap bahan mentah seperti salmon atau tuna.
Kimbab juga dimakan langsung, bukan disajikan dengan soy sauce layaknya sushi ala Jepang. Ini dikarenakan rasa kimbab sudah gurih dan berbumbu, beda dengan sushi yang sedikit asam dan cenderung tawar. Meski demikian, kimbab bisa dibuat lebih modern misalnya dipanggang bersama keju mozarella dan berbagai bahan lainnya.